FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI PROVINSI LAMPUNG

Robet Asnawi, Ratna Wylis Arief, Slameto Slameto

Abstract


Increasing economic growth and population has led to increase land needed, including paddy fields which have been converted into settlements, industry, roads and non-rice farming. This study was conducted in 6 regency at Lampung Province, from June to November 2019. The study aims to determine factors cause land conversion paddy fields in Lampung Province. This research was conducted using survey method with total 240 respondents. The primary data collected were characteristics of farmers, ownership of paddy fields assets, land tenure, lowland rice farming costs, farmer's income, and factors that caused land conversion. Secondary data collected in the form of 2014-2018 time series data were rice fields area, planted area, production, and productivity, and data of LP2B per regency/city, conversion of paddy fields area, and new rice fields. The results show that the planted area of lowland rice in Lampung Province experienced an average growth of 11.7%. In general, its was increased in the standard of rice fields area by 2.6%, while its was decrease in the standard of rice fields area in Bandar Lampung City by 1.2%, South Lampung Regency 0.3% and Pringsewu 1.1%. Total new paddy fields area in Lampung Province in last 5 years were 21,550 ha such as in Mesuji District (10,185 ha), Tulang Bawang (6,671 ha), and Way Kanan (2,250 ha). The conversion of functions of paddy fields in the 6 regencies/cities in the study locations average of 18.1%, most of which were converted to toll roads, settlements, factories, rubber, cassava and citrus farming. The factors that have a significant effect on converting paddy fields to non-rice fields were age of farmer, education level, number of family members, educational costs, and total value of household assets, while the total household income, number of working children and farm productivity were not significant effect.

Keywords


Lampung, land conversion, lowland rice, non-rice field

Full Text:

PDF

References


Ashari. 2003. Tinjauan tentang alih fungsi lahan sawah ke non sawah dan

dampaknya di Pulau Jawa. Forum Penelitian Agro Ekonomi 21 (2): 83 – 98.

Asnawi, R., S. Friyatno, dan R.W. Arief. 2014. Kajian analisis faktor-faktor yang

mempengaruhi alih fungsi lahan sawah di Provinsi Lampung. Prosiding Konferensi Nasional XVII dan Kongres XVI Tahun 2014. Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia. Hal 55-70.

Badan Litbang Pertanian. 2007. Petunjuk Teknis Lapang Pengelolaan Tanaman

Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Catur T.B., J. Purwanto, R. Uchyani., dan S.W. Ani. 2010. Dampak alih fungsi lahan

pertanian ke sektor non pertanian terhadap ketersediaan beras di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Caraka Tani XXV(1): 38-42.

Departemen Pentanian. 2008. Konversi lahan sawah menimbulkan dampak

negatif bagi ketahanan pangan dan lingkungan. Jakarta. Media Release:

(http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/wr276054.pdf.)

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung. 2019. Laporan

Tahunan 2019. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung. 54 halaman.

Fitriyana, G. 2018. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam

melakukan alih fungsi lahan sawah menjadi kebun kelapa sawit di kecamatan tanjung lago Kabupaten Banyuasin. Jurnal SOCIETA VII(1): 1-8.

llham, N, Syauka Y dan Friyatna S. 2008. Perkembangan dan faktor-faktor yang

mempengaruhi konversi lahan sawah serta dampak ekonominya. Jurnal Sosial-Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor. 25 hal.

Irawan, B. 2005. Konversi lahan sawah: Potensi, dampak, pola pemanfaatannya dan

faktor determinan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertunian, Bogor dalam Prosiding Seminar Nasional: Multifungsi Lahan Sawah. 18 halaman.

Iqbal, M dan Sumaryanto. 2007. Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian

Bertumpu Pada Partisipasi Masyarakat. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian 5(2): 167-182.

Jamal, E. 2001. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan harga lahan sawah

pada proses alih fungsi lahan ke penggunaan non pertanian. Jurnal Agro Ekonomi 19(1):45-63.

Hikmatullah, Sawiyo, dan N. Suharta. 2003. Potensi dan kendala pengembangan

sumberdaya lahan untuk pencetakan sawah irigasi di Luar Jawa. Jurnal Litbang Pertanian 21 (4): 115-123.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2015. Rencana Strategis Kementerian

Pertanian 2015-2019. Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Jakarta. 339 halaman.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. 2019. Statistik Pertanian Indonesia.

https://www.pertanian.go.id/home/?show=page&act=view&id=61. Diunggah tanggal 6 Nopember 2019.

Maleha dan Adi Susanto. 2006. Kajian konsep ketahanan pangan. Jurnal Protein XIII

(2):12-18.

Maliki, H. 2009. Kebijakan alih fungsi tanah pertanian menjadi tanah non pertanian

di Kota Bandar Lampung. Badan Pertanahan Nasional Bandar Lampung.

Nurrochmad, F. 2011. Sumber daya air sebagai sarana pendukung produksi beras

di Indonesia. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan UGM. Yogyakarta.

Rusastra, I.W. dan G.S. Budhi. 1997. Konversi lahan pertanian dan strategi antisipatif

dalam penanggulangannya. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 16(4): 107-113.

Rusastra, I.W., S. Bahri, M.S.M. Tambunan, dan K.M. Noekman. 1998. Konversi dan

dinamika distribusi penguasaan lahan pertanian. Prosiding dinamika ekonomi pedesaan dan peningkatan daya saing sektor pertanian. Buku I. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Rustiadi, E., Saefulhakim, S., dan Panuju, D.R. 2011. Perencanaan dan Pengembangan

Wilayah, Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Sastraatmadja, E. 2006. Dilema Konversi Lahan. Pikiran Rakyat, 19 Agustus 2006.

Sihaloho, M. 2004. Konversi lahan pertanian dan perubahan struktur agraria. Tesis,

Sekolah Pascasarjana. Institutr Pertanian Bogor. 129 halaman.

Soemarwoto, O. 2001. Atur Diri Sendiri. Yogyakarta: Penerbit Gadjah Mada

University Press. 263 hal.

Widjanarko, B.S, M. Pakpahan, B. Rahardjono, dan P. Suweken. 2006. Aspek pertanahan

dalam pengendalian alih fungsi lahan pertanian (sawah). Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan Sawah, ISBN 979-9474-06-X. Pusat Penelitian dan Pengembangan BPN, Jakarta. Hal 19-28.




DOI: http://dx.doi.org/10.37694/jwp.v18i1.88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Dharma Wacana Metro
Jl. Kenanga No. 3 Mulyojati 16C Kota Metro,
Telp. 0725-41089, Fax. 0725-41089
E-mail: jwp@stiperdharmawacana.ac.id